Oleh: cheebhodh | November 12, 2008

INFOrmatika: I Love You

Assalamualaikum Wr. Wb.,

Sebelum penulis menulis lebih banyak lagi, penulis hanya ingin memperkenalkan diri bahwa penulis adalah salah satu mahasiswa Teknik Informatika di universitas negeri yang ada di Indonesia, tepatnya berada di sebuah pulau yang menurut persepsi orang terkenal menakutkan masyarakatnya tapi bagi penulis malah sebaliknya. Mungkin pembaca sudah dapat menekarnya … Mataram (Madura tanah garam) benar sekali Madura itu pulau tempat penulis menimba ilmu sekaligus sebagai tanah kelahiran. Adapun universitas yang penulis tempati yaitu tidak lain adalah “Universitas Trunojoyo“, terkadang ada orang yang memanggilnya “Unijoyo”, “UTM”, atau “Untron”.

Universitas Trunojoyo ini merupakan universitas negeri ke-7 yang ada di Jawa Timur, tepatnya di Kabupaten Bangkalan – Kecamatan Kamal. Sebelumnya universitas ini bernama “Universitas Bangkalan” yang akhirnya pada tahun 2001 diresmikan menjadi universitas negeri oleh Presiden Abdurrahman Wahid.

Seperti yang penulis bilang tadi bahwa Universitas Trunojoyo memiliki banyak nama panggilan (julukan) yang biasa diucapkan oleh orang-orang. Namun bagi penulis julukan itu memiliki arti tersendiri (versi penulis) dan arti hanyalah plesetan saja, yaitu:

  1. Trunojoyo : hasil plesetan “True No Joyo” yang memiliki arti “Benar Tidak Jaya” :-( . Dalam hal ini memberikan konotasi negatif bahwa universitas ini tidak akan pernah maju.
  2. Unijoyo : hasil plesetan “Uni Joyo” yang memiliki arti “Gabungan Jaya” :-) . Dalam hal ini memberikan konotasi positif bahwa universitas ini akan maju karena dengan adanya masyarakat kampus yang menginginkan kemajuan.

Jadi kesimpulannya Universitas Trunojoyo lebih enak kalau dipanggil “Unijoyo” bukan “Trunojoyo“. :-)

Sebenarnya tulisan diatas hanyalan sebagai intermeso aja, jadi jangan sampai disimpan didalam memori otak OK…

Nah ini baru intinya …..

Sebenarnya sih, waktu masih sekolah SMA penulis tidak pernah kebayang untuk kuliah kampus ini (Unijoyo), biasa … waktu itu masih idealisme tinggi. Penginnya mau kuliah di ITS – Teknik Informatika. Karena memang sejak SMA penulis sudah akrab dengan hal-hal yang berkaitan dengan komputer bahkan Alhmadulillah pernah menjadi juara 1 Olimpiade Informatika se-Kabupaten Pamekasan.

Waktu itu (2004) ada formulir PMDK dari IPB masuk ke sekolah, kemudian setelah penulis liat-liat ternyata ada prodi Ilmu Komputer nya. Melihat ada prodi Ilmu Komputer ini, terbesit dipikiran penulis untuk melanjutin kuliah di prodi ini karena ada beberapa alasan yaitu: (1) prodinya sesuai dengan keinginan penulis (2) ingin mencari pengalaman di daerah yang jauh.

Tapi… ternyata Allah berkehendak lain, kedua orang tua penulis tidak merestui karena faktor biaya :-( (maklum keluarga yang pas-pasan). Akhirnya penulis mengurungkan niat yang tadinya udah menjadi keinginan bulat.

Setelah beberapa hari kemudian, ada formulir PMDK dari Universitas Brawijaya yang masuk ke sekolah. Dan setelah penulis liat – baca – menyimak ternyata ada satu prodi yang penulis sukai yaitu Ilmu Komputer (sama dengan IPB), sekilas saja terbesit kembali keinginan untuk melanjutkan kuliah di prodi ini. Akhirnya penulis memberitahu kedua orang tua dan Alhamdulillah mendapatkan izin. Setelah penulis melengkapi persyaratan yang ada di formulir, maka secara kolektif formulir untuk PMDK dari Universitas Brawijaya dikirimkan oleh pihak sekolah.

Namun … setelah beberapa bulan ditunggu-tunggu, ternyata tidak ada surat balasan dari Universitas Brawijaya mengenai PMDK yang tadinya telah dikirim. Yah …. apa boleh buat, ternyata Allah berkehendak lain. Namun penulis tetap tidak patah semangat ….

Kebetulan di desa penulis, ada seorang dosen yang mengajar di Universitas Trunojoyo, beliau adalah Bapak Mahfud (dosen fakultas pertanian – jurusan ilmu kelautan). Beliau menawarkan kepada penulis untuk melanjutkan kuliah di Unijoyo (jurusan ilmu kelautan) karena beliau diberi jatah 10 orang untuk masuk tanpa tes di jurusan ini oleh pihak kampus. Sebenarnya jurusan ilmu kelautan ini cocok dengan penulis karena penulis sendiri adalah anak pantai (desanya dekat pantai), namun penulis tidak mempunyai minat untuk memilih jurusan ini. Sehingga penulis menolak dengan ramah tawaran dari Bapak Mahfud tadi :-)

Sebenarnya sih … orang tua penulis menganjurkan penulis untuk kelanjutin ke PGSD, karena keinginan beliau adalah agar penulis menjadi guru nantinya. Namun penulis menolaknya.

Penulis tetap tidak patah semangat … kebetulan waktu itu penulis mendapatkan BMU (Beasiswa Mengikuti Ujian SPMB) yang artinya penulis bisa memilih jurusan yang penulis minati dengan pengikuti SPMB secara gratis. Penulis pikir ini adalah sebuah kesempatan baik yang harus digunakan dengan sebaik-baiknya … Maka penulis mengutarakan keinginan ini kepada orang tua dan Alhamdulillah orang tua merestui .. :-) .

Waktu pendaftaran SPMB, penulis mengambilkan dua jurusan yang penulis berharap banyak untuk lulus. Keduanya sama-sama informatika yaitu (1) Teknik Informatika – ITS (2) Teknik Informatika – Unijoyo. Dan Alhamdulillah … Ketika penulis melihat pengumuman hasil SPMB lewat internet, Allah telah memberikan pilihan hidup bagi penulis yaitu diterima di Teknik Informatika Unijoyo (2004). :-)

Mungkin cukup sekian saja, sekilas tentang kisah penulis melewati masa-masa menegangkan setelah lulus SMA. Semoga dapat menghibur dan memberikan inspirasi bagi Anda (pembaca). Semoga Allah tetap memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada Kita. Amin…

Wassalamualaikum Wr. Wb.


Tanggapan

  1. Menurut saya, orang berpersepsi seperti itu karena mereka belum pernah datang dan melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana sebenarnya Madura itu mas……..


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.