Rab Ne Bana Di Jodi = Jodoh yang Telah Digariskan Oleh Tuhan


Rab Ne Bana Di Jodi = Jodoh yang Telah Digariskan Oleh Tuhan


Ditulis dalam umum
Assalamualaikum Wr. Wb.,
Sebelum penulis menulis lebih banyak lagi, penulis hanya ingin memperkenalkan diri bahwa penulis adalah salah satu mahasiswa Teknik Informatika di universitas negeri yang ada di Indonesia, tepatnya berada di sebuah pulau yang menurut persepsi orang terkenal menakutkan masyarakatnya tapi bagi penulis malah sebaliknya. Mungkin pembaca sudah dapat menekarnya … Mataram (Madura tanah garam) benar sekali Madura itu pulau tempat penulis menimba ilmu sekaligus sebagai tanah kelahiran. Adapun universitas yang penulis tempati yaitu tidak lain adalah “Universitas Trunojoyo“, terkadang ada orang yang memanggilnya “Unijoyo”, “UTM”, atau “Untron”.
Universitas Trunojoyo ini merupakan universitas negeri ke-7 yang ada di Jawa Timur, tepatnya di Kabupaten Bangkalan – Kecamatan Kamal. Sebelumnya universitas ini bernama “Universitas Bangkalan” yang akhirnya pada tahun 2001 diresmikan menjadi universitas negeri oleh Presiden Abdurrahman Wahid.
Seperti yang penulis bilang tadi bahwa Universitas Trunojoyo memiliki banyak nama panggilan (julukan) yang biasa diucapkan oleh orang-orang. Namun bagi penulis julukan itu memiliki arti tersendiri (versi penulis) dan arti hanyalah plesetan saja, yaitu:
Jadi kesimpulannya Universitas Trunojoyo lebih enak kalau dipanggil “Unijoyo” bukan “Trunojoyo“.
Sebenarnya tulisan diatas hanyalan sebagai intermeso aja, jadi jangan sampai disimpan didalam memori otak OK…
Nah ini baru intinya …..
Sebenarnya sih, waktu masih sekolah SMA penulis tidak pernah kebayang untuk kuliah kampus ini (Unijoyo), biasa … waktu itu masih idealisme tinggi. Penginnya mau kuliah di ITS – Teknik Informatika. Karena memang sejak SMA penulis sudah akrab dengan hal-hal yang berkaitan dengan komputer bahkan Alhmadulillah pernah menjadi juara 1 Olimpiade Informatika se-Kabupaten Pamekasan.
Waktu itu (2004) ada formulir PMDK dari IPB masuk ke sekolah, kemudian setelah penulis liat-liat ternyata ada prodi Ilmu Komputer nya. Melihat ada prodi Ilmu Komputer ini, terbesit dipikiran penulis untuk melanjutin kuliah di prodi ini karena ada beberapa alasan yaitu: (1) prodinya sesuai dengan keinginan penulis (2) ingin mencari pengalaman di daerah yang jauh.
Tapi… ternyata Allah berkehendak lain, kedua orang tua penulis tidak merestui karena faktor biaya
(maklum keluarga yang pas-pasan). Akhirnya penulis mengurungkan niat yang tadinya udah menjadi keinginan bulat.
Setelah beberapa hari kemudian, ada formulir PMDK dari Universitas Brawijaya yang masuk ke sekolah. Dan setelah penulis liat – baca – menyimak ternyata ada satu prodi yang penulis sukai yaitu Ilmu Komputer (sama dengan IPB), sekilas saja terbesit kembali keinginan untuk melanjutkan kuliah di prodi ini. Akhirnya penulis memberitahu kedua orang tua dan Alhamdulillah mendapatkan izin. Setelah penulis melengkapi persyaratan yang ada di formulir, maka secara kolektif formulir untuk PMDK dari Universitas Brawijaya dikirimkan oleh pihak sekolah.
Namun … setelah beberapa bulan ditunggu-tunggu, ternyata tidak ada surat balasan dari Universitas Brawijaya mengenai PMDK yang tadinya telah dikirim. Yah …. apa boleh buat, ternyata Allah berkehendak lain. Namun penulis tetap tidak patah semangat ….
Kebetulan di desa penulis, ada seorang dosen yang mengajar di Universitas Trunojoyo, beliau adalah Bapak Mahfud (dosen fakultas pertanian – jurusan ilmu kelautan). Beliau menawarkan kepada penulis untuk melanjutkan kuliah di Unijoyo (jurusan ilmu kelautan) karena beliau diberi jatah 10 orang untuk masuk tanpa tes di jurusan ini oleh pihak kampus. Sebenarnya jurusan ilmu kelautan ini cocok dengan penulis karena penulis sendiri adalah anak pantai (desanya dekat pantai), namun penulis tidak mempunyai minat untuk memilih jurusan ini. Sehingga penulis menolak dengan ramah tawaran dari Bapak Mahfud tadi
Sebenarnya sih … orang tua penulis menganjurkan penulis untuk kelanjutin ke PGSD, karena keinginan beliau adalah agar penulis menjadi guru nantinya. Namun penulis menolaknya.
Penulis tetap tidak patah semangat … kebetulan waktu itu penulis mendapatkan BMU (Beasiswa Mengikuti Ujian SPMB) yang artinya penulis bisa memilih jurusan yang penulis minati dengan pengikuti SPMB secara gratis. Penulis pikir ini adalah sebuah kesempatan baik yang harus digunakan dengan sebaik-baiknya … Maka penulis mengutarakan keinginan ini kepada orang tua dan Alhamdulillah orang tua merestui ..
.
Waktu pendaftaran SPMB, penulis mengambilkan dua jurusan yang penulis berharap banyak untuk lulus. Keduanya sama-sama informatika yaitu (1) Teknik Informatika – ITS (2) Teknik Informatika – Unijoyo. Dan Alhamdulillah … Ketika penulis melihat pengumuman hasil SPMB lewat internet, Allah telah memberikan pilihan hidup bagi penulis yaitu diterima di Teknik Informatika Unijoyo (2004).
Mungkin cukup sekian saja, sekilas tentang kisah penulis melewati masa-masa menegangkan setelah lulus SMA. Semoga dapat menghibur dan memberikan inspirasi bagi Anda (pembaca). Semoga Allah tetap memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada Kita. Amin…
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Ditulis dalam informatika
Assalamuaalaikum Wr. Wb.,
Nah akhirnya datang juga …. Mungkin ucapan itulah yang tepat digunakan untuk blog ini, karena blog ini baru dilahirkan (seperti bayi aja …). Sebenarnya sebelum blog ini (WordPress.com), penulis sudah punya blog di Multiply.com “http://cheebhodh.multiply.com/” yang tidak jelek-jelek amat. Rencananya sih, penulis akan berbagi cerita dan pengalaman dengan Anda (pembaca) melalui blog Multiply ini. Tapi … setelah dipikir-pikir dan setelah dilihat-lihat … menurut penulis WordPress.com lebih bagus dan lebih baik dibandingkan Multiply.com, salah satu hal yang bisa dibandingkan adalah “Kesederhanaan dan Kemudahan” web yang dimiliki oleh WordPress.com lebih baik dari Multiply.com. Dan menurut penulis juga, tampilan WordPress.com lebih menarik dibandingkan Multiply.com. So … berdasarkan pertimbangan diatas penulis ingin pindah “blogging” di WordPress.com yang lebih punya taste ….
I Think Enough …
Ditulis dalam umum
Assalamu’alaikum Wr. Wb.,
Alhmadulillah, puji syukur penulis panjatkan kepada Allah Yang Tunggal, karena berkat hidayah, rahmat, taufiq, dan rezeki yang telah dilimpahkan kepada penulis sehingga bisa menyapa pembaca pada saat ini, walau tidak secara langsung. Shalawat dan Salam, semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW, yang telah mengangkis kita dari zaman kebodohan kepada zaman yang terang menderang (rahmat).
“Assalamu’alaikum” Bukan Sekedar Sapaan, kenapa penulis berkata seperti ini ??? Mungkin sebelum penulis memberikan alasan, ada poin penting yang ingin penulis bahas berkaitan dengan jawaban yang nantinya penulis berikan yaitu:
Sebagai Umat Islam, kita juga mempunyai ucapan yang dapat kita pakai apabila kita bertemu dengan saudara kita (sesama Islam) yaitu “Assalamu’alaikum“. Ucapan ini tidak hanya sekedar sapaan, tetapi sekaligus sebagai “Doa” untuk orang yang kita sapa. Malah didalam Islam, juga mewajibkan kepada orang untuk membalas ucapan “Assalamau’alaikum” dengan “Wa’alaikumsalam” yang maknya bahwa orang tersebut juga mendoakan orang yang memberi salam. Juga disebutkan dalam sebuah Hadits (dapat dilihat pada kitab bulughul maram) bahwa memberi salam dengan ucapan “Assalamu’alaikum” adalah Hak bagi orang Islam dan menjawab salam dengan ucapan “Wa’alaikumsalam” adalah Kewajiban yang mana kalau tidak dilakukan akan berdosa.
Pernakah kita memberi salam kepada orang lain dengan tulisan ??? Seperti yang penulis lakukan ini “Assalamu’alaikum” ??!!! (^_^). Atau malah dengan tulisan “Ass” ???
. Kalau penulis boleh menyarankan jangan sekali-kali kita memberi salam dengan tulisan “Ass“, karena kata “Ass” dalam bahasa Inggris artinya “Pantat” (kamus.net). Jadi biar tidak salah paham, seyogyanya kita mengucapkan salam dengan semestinya “Assalamu’alaikum“.
Semoga Allah selalu memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita. Amin….
Ditulis dalam islam
Komentar Terakhir